8 Des 2011

Proyek Fisik MRT Dimulai dari Stasiun Dukuh Atas

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) akan dimulai dengan pengerjaan konstruksi fisik awal yang ditandai dengan  pembangunan Stasiun Dukuh Atas. Stasiun ini nantinya merupakan stasiun transit atau stasiun perpindahan antarmoda.
"Kami mulai dari stasiun itu (Dukuh Atas) pembangunannya, karena MRT akan terintegrasi dengan moda transportasi lain," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, seusai bertemu dengan Director General of Southeast Asia and Pacific Department JICA Koki Hirota, di Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/9/2011).
MRT, diantaranya, akan terintegrasi dengan kereta rel listrik (KRL) jurusan Manggarai- Tanah Abang. Tidak hanya itu, moda transportasi ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan Transjakarta.
"Semua itu akan terintegrasi di Stasiun Dukuh Atas," ujar Fauzi Bowo.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi JICA untuk proyek pembangunan MRT, perkembangan pelaksanaan pembangunannya berjalan sangat baik dan masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini, PT MRT Jakarta sedang melakukan proses prakualifikasi tender fisik yang akan selesai pada akhir September ini. Kemudian, akan dilanjutkan dengan proses tender fisik. Lalu, pada Juli 2012 sudah bisa dimulai penggalian tanah untuk terowongan.
Director General of Southeast Asia and Pacific Department JICA Koki Hirota mengatakan, semuanya masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan bersama.
"Saat ini masih dalam tahap prakualifikasi. Saya yakin prakualifikasi tender MRT akan segera selesai sehingga bisa dilanjutkan dengan proses tender fisik. Dan pertengahan tahun 2012 sudah bisa dilakukan pembangunan fisiknya," ujar Hirota.
Pembangunan MRT ini akan dibagi menjadi paket fisik permukaan tanah dan bawah tanah. Rinciannya, akan ada tiga paket fisik permukaan tanah tersebut yang dimulai dari depo Lebak Bulus hingga Fatmawati. Paket kedua adalah dari Blok M hingga Al-Azhar. Kemudian, paket ketiga dari Patung Pemuda hingga Senayan.
Sementara, paket fisik bawah tanah, PT MRT Jakarta juga terdiri dari tiga paket yakni paket pertama dari Senayan sampai Istora. Paket kedua yaitu dari Setiabudi hingga Bendungan Hilir. Selanjutnya paket ketiga mulai dari Dukuh Atas hingga Bundaran HI.

6 Des 2011

SBY Diminta Langsung Awasi Proyek Jembatan Selat Sunda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pembangunan mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran.
Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin meminta pada proses pembangunan JSS agar Presiden untuk turun langsung pada pengawasan detail mega proyek tersebut. Pasalnya, lanjut Ma’mur, pembangunan JSS ini kemungkinan besar akan mengkonversi lahan pertanian di Banten dan Jawa Barat, serta berpotensi pada pembabatan hutan dan perusakan lingkungan di Sumatera.
“Presiden dan Menko Perekonomian mesti menjamin, dan melakukan MoU terbuka kepada masyarakat untuk tidak merusak hutan, mempertahankan lahan pertanian dan memperhatikan industri maritim sebelum JSS ini mulai di bangun," pinta Ma’mur dalam pers rilisnya kepada Tribunnews.com, Selasa (27/9/2011).
Besarnya kemungkinan kerusakan lingkungan akibat proses pembangunan JSS ini tidak sekedar pada proses pembuatannya. Setelah usai pembangunan ini pun akan menyisakan beberapa masalah yang mesti di antisipasi pemerintah.
Legislator dari Fraksi PKS ini mencotohkan misalnya Konsumsi bahan bakar misalnya, diperkirakan akan meningkat tajam. Pemerintah mesti dapat menjelaskan bagaimana ketahanan energi masih dapat dipertahankan. Pertumbuhan ekonomi akibat pembangunan Jembatan Selat Sunda, dibandingkan dengan tingkat kerusakan lingkungan dan ekses negatif lainnya harus jauh lebih tinggi.
“Pemerintah harus dapat meyakinkan kepada publik, jaminan pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan memunculkan stabilitas ekonomi yang membaik. Jangan sebaliknya memunculkan kekacauan sosial ekonomi lebih tinggi sehingga memacu kemunduran bangsa”, cetus Ma’mur.
Dana Rp100 triliun hingga Rp150 triliun untuk pembangunan selat sunda ini, lanjut Ma’mur, bukan proyek sembarangan. Infrastuktur terpanjang di dunia ini jika berhasil di bangun akan menoreh catatan dunia. Untuk itu, Pemerintah mesti dapat meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa pembangunan JSS ini tidak mengusik ketahanan pangan dan kelestarian hutan Indonesia.
“Presiden harus turun sendiri untuk pengawasan Jembatan Selat Sunda ini, sebagai bukti keseriusan pimpinan negara untuk kejayaan bangsanya sekaligus menjamin tidak adanya kerusakan Hutan sebagai ciri khas indetitas bangsa ini," tutup Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Banten dan Jawa Barat (Banjabar) ini.

Jalur Lingkar KRL Diharapkan Tingkatkan Jumlah Penumpang

Jakarta – Kepala Humas Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono mengatakan, diberlakukannya single operation diharapkan meningkatkan jumlah penumpang sebesar 10%. Dijelaskannya, jalur melingkar KRL atau loop line akan diuji coba pada 1-4 Desember 2011 dan akan ditetapkan sepenuhnya pada Senin (5/12).


Keterangan tersebut disampaikannya saat jumpa pers di kantor Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta, Selasa (22/11/2011). "Sejak diberlakukan single operation, kenaikan penumpang menjadi 4%. Sedangkan dengan perubahan rute ini kami berharap ada peningkatan jumlah penumpang sebesar 10%," ungkapnya.
Adanya rute baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang yang diangkut kereta api.

Menurutnya, KRL dari Bogor yang akan menuju Kota akan disediakan dua rute. Rute pertama akan melintasi stasiun Bogor-Manggarai-Kota. Sedangkan rute kedua melintasi Bogor-tanahabang-Senen-Jatinegara.

Rute tiga melintasi stasiun Parungpanjang-Serpong-Tanahabang, rute empat melewati Tangerang-Duri, rute lima melintasi Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Kota. Sedangkan rute enam melintasi Tanjungpriok-Jakarta Kota.

"Dengan sistem loop line ini jumlah perjalanan KRL akan bertambah dari 467 menjadi 531," jelasnya.

Sedangkan untuk menujang sistem loop line diperlukan penambahan kapasitas listrik. Untuk mengatasinya, PT KAI akan membangun dua gardu induk listrik baru di Manggarai dan Sudirman pada 2012. Sedangkan pada tahun 2013, gardu listrik akan dibangun di Rajawali dan Kramat. [IS]

11 Nov 2011

Proyek Gorong-gorong Ditargetkan Selesai pada Desember 2011

Jakarta - Guna mengantisipasi adanya genangan air dan banjir di musim hujan yang akan datang, Pemda DKI melaksanakan proyek rehabilitasi gorong-gorong di beberapa lokasi di Jakarta. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2011.

"Kita targetkan proyeknya selesai pada akhir Desember 2011," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Ery Basworo saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/11/2011) malam.

Ery mengatakan, proyek tersebut dikerjakan sejak September 2011. Proyek rehabilitasi gorong-gorong di ruas Jl Jenderal Sudirman sendiri tidak berlangsung maksimal.

"Kita tidak bisa diburu-buru. Kalau mau hasilnya bagus, memang pengerjaannya lama," kata Ery.

Proyek ini sempat tertunda karena berbarengan dengan pelaksanaan SEA Games XXVI. Polda Metro Jaya sempat menegur pelaksana proyek untuk menyetop pelerjaan sementara waktu selama SEA Games karena dianggap memacetkan lalu lintas.

"Tapi kita masih bisa mengerjakan pada malam hari, meskipun siang hari ditutup," katanya.
Ery melanjutkan, rehabilitasi gorong-gorong ini dilakukan guna mengantisipasi banyaknya genangan air, terutama di ruas jalan protokol, Jl Jenderal Sudirman. Dalam pengerjaan ini, Dinas PU memasang box culvert berukuran 1,5x1,5 meter di beberapa titik di jalur lambat Sudirman.

"Kita buat saluran drainase seperti itu agar mampu menampung air dalam kapasitas yang banyak," katanya.

Banyaknya endapan sampah yang tersangkut di dalam saluran air dapat menjadi penyebab genangan air hingga banjir. Namun, dengan box culvert ukuran jumbo ini, diharapkan endapan sampah tidak menghambat saluran air karena lubangnya yang besar.

"Kita perhitungkan drainase ini mampu bertahan hingga 20 tahun ke depan," tutup Ery

Stadion Renang Jakabaring, Terbaik di Asia

Stadion serupa pernah ada di Beijing, China, tapi sudah dibongkar

Persiapan Tim Nasional Renang (ANTARA/ Rosa Panggabean)


VIVAnews - Salah satu venue terbaik di Jakabaring Sports City (JSC) adalah Aquatic Centre Stadium. Spesifikasi venue ini yang mumpuni menjadikannya sebagai stadion renang bertaraf internasional terbaik di seluruh Asia.
Menurut pernyataan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, Sabtu 12 November 2011, stadion ini dibangun pada bulan Agustus 2010 untuk pertandingan cabang renang dan loncat indah.
Fasilitas bertaraf internasional serta desain yang elegan dan modern tidak hanya indah dilihat, namun juga menjadikannya sebagai yang terbaik di Asia Tenggara bahkan lebih bagus dari yang dimiliki Sydney, Australia.

“Aquatic Centre di JSC adalah yang terbaik di Asia. Dulu ada dua di Asia yang menggunakan spesifikasi seperti ini, yaitu di Beijing, Cina. Namun, yang di sana sudah dibongkar sehingga ini menjadi satu-satunya di Asia,” ungkap Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Kolam renang Aquatic Centre JSC didesain oleh konsultan dari Shanghai. Arsitektur atap venue ini dibuat semi indoor, dengan tetap memperhatikan faktor eco green, yaitu agar sirkulasi udara tetap berjalan secara alami. Struktur ini juga membuat stadion ini hemat listrik.

Bahan atap terbuat dari membran, sehingga suhu panas saat siang hari dapat tertahan dan dilepaskan pada malam hari, sehingga membentuk warna-warni layaknya kunang-kunang.

Bahan material kolam renang berasal dari Myrtha Pool, sebuah pabrikan penyedia fasilitas kolam renang berstandar olimpiade. Pabrikan asal Italia tersebut memasok seluruh material kolam seperti liner (pelapis lantai dan dinding beton kolam) dan bulkhead (pembatas antar lintasan). Cekungan kolam berbahan stainless style yang diproduksi Myrtha Pool, dikirim via kapal Sinar Ambon V.178 dalam bentuk lima kontainer.

Selain itu, Aquatic Centre yang berkapasitas 3.000 penonton ini memiliki kolam berukuran 26 x 3 x 51,2 meter dengan kebutuhan air mencapai 15.000 meter kubik. Ukuran kolam juga dapat disesuai dengan memperpanjang dan memperpendek panjang lintasan. (sj)
• VIVAnews