3 Mar 2011

Coastarina, Wisata Menarik di Pesisir Pantai Batam


COASTARINA yang terletak di Pasir Putih, Batam, Kepulauan Riau adalah tujuan wisata terbaru yang diresmikan pada awal 2009. Berbagai hal menarik bisa Anda temukan di sini.

Coastarina memiliki fasilitas lengkap bagi wisatawan. Selain wisata bahari, di sini juga tersedia beberapa jenis permainan anak-anak.

Berada di sini, Anda bisa melakukan berbagai olahraga air seperti berenang atau naik banana boat. Selain itu, Anda juga dapat mencoba berbagai macam permainan yang disediakan seperti bianglala.

Selepas bersenang-senang, Anda dapat mencoba berbagai jenis makanan laut yang tersedia di beberapa restoran dekat Coastarina. Bila Anda penggemar sea food, ini merupakan lokasi yang lengkap dengan pemandangan indah dan makanan lezat.

Jika tidak ingin repot dan mencari makanan yang praktis, Anda bisa menemukan berbagai jenis makanan cepat saji seperti, bebek peking, steak, dan pizza pada banyak restoran di sekitar Coastarina.

Coastarina merupakan daerah besar dengan pantai yang bersih. Panggung yang ada di sini juga kerap digunakan untuk acara besar tertentu seperti pertunjukkan musik atau untuk kegiatan lain yang menyedot banyak pengunjung.


Oiya, bila berada di Coastarina jangan lewatkan kesempatan untuk melihat matahari terbenam. Ditemani desiran angin laut yang lembut, sinar keemasan matahari akan terpantul indah di atas riak-riak air laut yang bergerak perlahan.

Bila hendak ke sini, Anda bisa naik pesawat menuju Bandara Internasional Hang Nadim di Batu Besar, Batam.

Dari bandara, perjalanan menuju Coastarina bisa dilanjutkan dengan menggunakan mobil yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Anda dapat naik taksi atau menyewa mobil dengan biaya Rp500 ribu per hari.(*/X-12)
sumber: mediaindonesia.com

1 Mar 2011

KA Bandara Sangat Dibutuh DKI

, FaktaPos.com – Proyek jalur Kereta Api Manggarai – Soekarno Hatta yang diperkirakan akan
memiliki panjang rute 33 kilometer sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta.
Bukan hanya mengurai kemacetan di Jakarta tapi untuk mengejar waktu ke Banadra.Dimana saat ini untuk menuju ke Bandara dibutuhkan waktu yang cukup lama.Jakarta

“Kami sangat menunggu terealisasikan Kereta Api Bandara tersebut. Selain itu kami juga akan mendukung langkah pemerintah pusat, yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan dalam mewujudkannya, “ kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono saat dihubungi Kamis (24/02)

Menurut Pristono saat ini sudah harus ada terobosan untuk membuat trasportasi dari dan ke Bandara. Dimana saat ini hanya ada satu cara menuju ke bandara yaitu melalui jalan Tol saja. Untuk saat ini ke bandara dari pusat kota, dalam kondisi padat bisa mengahabiskan waktu 2  sampai 3 jam.. Dengan adanya rencana Kereta Api tersebut diharapkan dapat mempercepat waktu tersebut.

“Sedangkan bentuk dukungan dari Pemerintah DKI Jakarta adalah menyediakan underpass, apabila nanti jalur kereta api tersebut bertemu dengan jalan layang. Dan juga membangun feeder dibeberapa tempat,” kata Pristono.

Untuk mekanisme dan juga pembangunan rencana tersebut, Pristono mengatakan menunggu instruksi dari Kementrian Perhubungan. Untuk pembangunan fisik jalur kereta api ke Bandara Soekarno-Hatta akan dilakukan pada 2012.

Untuk masalah anggaran Kementerian Perhubungan memperkirakan angggaran pembangunan jalur kereta Api Manggarai - Soekarno Hatta bisa membengkak hingga Rp 10 triliun dari proyeksi awal Rp 4 triliun. Hal itu seiring perubahan konsep pengerjaan pembangunan jalur tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono bahwa pemerintah kini tengah mengkaji ulang konsep pembangunan jalur kereta api Manggarai – Soekarno Hatta. Kajian ini diharapkan dapat selesai pada akhir tahun ini.

"Anggaran sekarang sedang dihitung ulang, melihat bahan dan strukturnya. Karena saat ini ada perubahan spesifikasi," ujarnya di sela-sela seminar Structuring PPP Railways Project, Kamis (24/02)..

Perubahan itu antara lain dari sisi pola jalurnya. Pada konsep awal polanya tercampur dengan jalur kereta api lainnya. Kemudian pada konsep baru ini akan dipisah, sehingga akan menggunakan jalur berbeda. "Kita juga ubah yang sebelumnya single track akan menjadi double track dan dibuat melayang diatas permukaan tanah," jelasnya

Untuk posisinya jalur kereta api nanti akan sejajar dengan jalan tol. Namun diluar dari ini, lanjut Bambang, pemerintah juga membuat jalur alternatif lain.

Jalur kedua ini akan melewati stasiun kota hingga – stasiun Batu Ceper Tangerang. Dari sana kemudian jalur kereta api akan diperpanjang hingga Bandara Soekarno Hatta. "Itu jaraknya tidak jauh cuma 1,5 kilometer dan nanti akan memanfaatkan tanah milih Angkasa Pura," ujarnya.

Dengan model seperti ini, maka anggaran pembangunan rel kereta api itu membengkak antara Rp 7 triliun sampai dengan Rp 10 triliun. "Awalnya kita juga proyeksikan Rp 4 triliun. Dengan model bercampur dengan jalur lain. Tapi dengan konsep baru ini jumlah anggaran yang dibutuhkan meningkat," katanya.

Pemerintah, lanjut Bambang, menargetkan proses tender pembangunan jalur kereta Api ini dapat dimulai pada tahun depan dengan waktu penyelesaian dua hingga tiga tahun. Sementara investor yang sudah berminat yakni dari Jepang, Korea dan Indonesia. "Sudah banyak investor yang berminat. Dari Indonesia itu ada PT Railink, (perusahaan gabungan antara PT KA dengan PT Angkasa Pura," jelasnya.

Harus diakui, salah satu masalah yang dihadapi dalam pembangunan jalur kereta api ini yakni pembebasan lahan. "Lalu bagaimana kejelasan pembangunan property. Itu kan ada nilai bisnis. Misal dibawah jalur itu mau dibangun seperti apa. Ini harur jelas," katanya.

Sekedar catatan, jalur kereta Api Manggarai – Soekarno Hatta ini merupakan salah satu pilot project pembangunan dengan konsep Public Private Partnership (PPP) atau kemitraan antara pemerintah dengan swasta. Sebelumnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mencatat biaya yang dibutuhkan untuk Proyek Soekarno Hatta Airport-Manggarai Railway senilai sekitar 735 juta dolar AS.

Selain jalur Manggarai – Soekarno Hatta, beberapa proyek PPP lainnya yakni penyediaan air di Maros Sulawesi Selatan senilai sekitar 12,9 juta dolar AS, proyek Tanah Ampo Cruise Terminal senilai sekitar 36 juta dolar AS, Bandung Solid Waste Management senilai sekitar 86,0 juta dolar AS. Beberapa proyek lainnya yakni  Surakarta Solid Waste Management senilai 7,4 juta dolar AS, Southern Banten Airport senilai sekitar 85 juta dolar AS, Umbulan water supply di Jawa Timur senilai sekitar 204,2 juta dolar AS. (sam/nov)

28 Feb 2011

Batam Bangun Monorail dan Jalan Tol

BATAM – Otorita Batam atau Badan Pengusahaan FTZ Batam berencana membangun sarana transportasi masal berupa kereta api cepat (Monorail) serta jalan tol dengan nilai investasi ditaksir 4 triliun rupiah guna menghindari kemacetan seiring pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.

Direktur Pembangunan Badan Pengusahaan FTZ (BP) Batam, Budiman Maskan mengatakan, berdasarkan Master Plan dari Departemen Perhubungan yang dibuat 2009 lalu, pihaknya telah melakukan studi kelayakan pembangunan sarana trasnportasi masal berupa kereta api.

“Dari hasil studi kelayakan maka alternative yang akan digunakan untuk membangun transportasi masal di batam yakni sistem light rail transit (LRT) berupa monorail karena lebih simple dan efesien,” katanya, Selasa (26/10).

Dari hasil studi kelayakan, maka alternatif yang akan dibangun uhntuk transportasi masal di Batam adalah monorail dengan dua jalur yakni Tanjunguncang-Batam Centre, sepanjang 17,7 kilometer dan Bandara Hang Nadim-Batuampar sepanjang 19,6 kilo meter.

BP Batam juga akan membangun jalan tol dengan rute Batuampar-Mukakuning-Bandara Hang Nadim sepanjang 24 kilo meter dengan dua jalur dan dua lajur.

Hasil studi kelayakan tentang pembangunan monorail dan jalan tol sudah diserahkan ke Menteri Perhubungan untuk disetujui, dan pembangunannya akan dimulai sekitar tahun 2013 hingga akhir 2015, lalu pada 2016 diperkirakan sudah bisa digunakan masyarakat.

Untuk membangun monorail dan jalan tol tersebut, kata Budiman dibutuhkan investasi sekitar 4 triliun rupiah dan dananya rencananya diperoleh dari pemerintah serta swasta.

Atasi Macet

Kepala Biro Perencanaan BP Batam, Istono mengatakan, pembangunan monorail dan jalan tol sebenarnya sudah direncanakan sejak era Habibie menjabat Ketua Otorita Batam. Itu dilakukan untuk mengatasi kemacetan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.

Pada saat ini saja, beberapa ruas jalan di Kota Batam seperti di Pelita, Muka Kuning, Bengkong dan Baloi sering terjadi kemacetan seperti Jakarta. Kondisi itu jika tidak diatasi sejak dini akan berpengaruh negatif terhadap citra Batam sebagai kota Industri dan dikuatirkan investor bisa merelokasi pabriknya dari Batam ke tempat lain. Pasalnya kemacetan bisa meningkatkan biaya produksi.

Kepala Bank Indonesia Batam dalam kajian ekonomi regional Provinsi Kepri, Elang Tripaptomo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di kuartal dua tahun ini sebesar 7,43 persen dan dikuartal tiga diprediksi masih dikisaran 7 persen.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri itu mayoritas dikontribusi dari kota Batam sebagai kota industri yang pertumbuhannya setiap tahun lebih dari 7,0 persen. Salah satu sektor yang ikut berkontribusi adalah sektor konsumsi seperti konsumsi otomotif. Penjualan sepeda motor dan mobil di Batam setiap bulannya mencapai ratusan unit.

Oleh karena itu, langkah BP Batam membangun jalan tol serta monorail untuk mengatasi kemacetan dinilai warga Batam tepat. Rusdi (36) seorang warga Batam mengatakan, jika rencana itu bisa diwujudkan maka bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Batam, dan dalam jangka panjang ekonomi Batam bisa lebih cepat pembangunannya. (gus).
SUMBER: GOOGLE

Stadion Lebak Bulus Digusur Akhir 2011


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menggusur Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada akhir 2011 untuk dijadikan stasiun pusat dan depo kereta bawah tanah (Mass Rapid Transit / MRT).

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta, Ratiyono di Balikota DKI Jakarta, Kamis, mengatakan penggusuran Stadion Lebak Bulus dilakukan setelah lokasi baru pengganti stadion telah ditentukan.

Pemprov DKI sendiri sedang mengkaji tiga lokasi yang akan dipilih sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yaitu dua lokasi di persimpangan Jalan TB Simatupang dan satu lokasi di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Ratiyono mengatakan stadion pengganti harus sama luasnya atau bahkan lebih luas dibanding Stadion Lebak Bulus.
Stadion pengganti juga harus dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti lapangan sepakbola, kolam renang dan lapangan squash.

"Saat ini kita pelajari ada tiga lokasi. Kita akan pilih yang terbaik. Minimal luasnya sama dengan Lebakbulus atau lebih baik lebih luas lagi. Pastinya pengganti stadion akan jauh lebih baik dan modern," kata Ratiyono.

Stadion pengganti akan mulai dibangun pada 2013 setelah pembebasan lahan yang dilakukan pada 2012.

Pemprov DKI menganggarkan dana pada APBD 2012 untuk membangun stadion penggganti seluas 4,4 hektar yang akan selesai pada 2015.

Mengenai renovasi fasilias kolam renang di Stadion Lebak Bulus yang akan diserahterimakan pada Maret 2011, Ratiyono mengatakan bakal menggunakan fasilitas tersebut secara optimal sampai nanti stadion dibongkar.

"Sampai titik terakhir pembongkaran, seluruh fasilitas, termasuk yang baru direnovasi, akan kami gunakan seoptimal mungkin," katanya.

Disorda DKI mengalokasikan anggaran APBD 2011 sebanyak Rp10 miliar untuk memperbaiki kolam renang dan memperbaiki tribun penonton Stadion Lebak Bulus yang menghabiskan dana Rp 2 miliar yang merupakan program 2009.

Pemprov DKI juga bakal melaporkan pemindahan Stadion Lebak Bulus kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sesuai pasal 67 ayat 7 Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang menyatakan pengalihfungsian atau peniadaan prasarana olahraga tanpa rekomendasi menteri dan tanpa izin atau persetujuan dari pihak yang berwenang memang tidak diperbolehkan.

Untuk itu, Disorda telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kemenpora.

"Kita sudah memberitahukan kepada Kemenpora, bahwa aset DKI Stadion Lebakbulus akan kita alihfungsikan. Prinsipnya DKI tidak akan menelantarkan atau mengabaikan begitu saja. Kita akan mencari lokasi penggantinya. Mudah-mudahan mereka paham," katanya.

Sedangkan Asisten Kesejahteraan Masyarakat DKI, Mara Oloan Siregar mengatakan Pemprov DKI akan melakukan pemaparan pemindahan stadion Lebak Bulus kepada Kemenpora pada pekan depan.

"Kami telah mengajukan jadwal paparan ke Kemenpora pada hari Selasa atau Rabu pekan depan. Kita tunggu saja kabar dari Kemenpora, karena mereka yang menetapkan jadwal pertemuannya," kata Oloan.

Pemaparan akan menitikberatkan pentingnya lokasi Stadion Lebak Bulus terhadap pembangunan MRT dan alternatif pengganti dari Stadion Lebak Bulus. (N006/K004)

sumber: antara news

18 Feb 2011

stadion gelora bung tomo


Para penggemar sepak bola di Surabaya dan sekitarnya patut berbangga hati, pasalnya setelah sekian lama menunggu akhirnya stadion Gelora Bung Tomo selesai, pembangunan tersebut melalui 3 proses tahapan yaitu mulai dari pembangunan pondasi, pengerjaan stadion utama, stadion indoor, dan juga masjid.

 
Akses menuju ke stadion cukup mudah, dapat melalui Bandara Juanda maupun Pelabuhan Tanjung Perak. Lokasi stadion juga mudah diakses dari segala penjuru arah. Lokasi tersebut dapat dijangkau menggunakan sarana transportasi kendaraan pribadi seperti sepeda motor, mobil maupun angkutan umum (angkutan kota dan kereta api).

Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, stadion utama Gelora Bung Tomo berada disuatu kompleks olah raga yang diberi nama Surabaya Sport Center (SSC), berikut diantaranya terdapat sebuah stadiun indoor, masjid, dan direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit yang memiliki standart fasilitas yang tinggi. Untuk penonton, disediakan tiga kelas, diantaranya standar, VIP, dan VVIP.
Gelora Bung Tomo memiliki 21 pintu masuk di sekeliling stadion. Masing-masing pintu memiliki dua akses menuju ke tribun. Banyaknya akses itu, dirancang agar gerak penonton bisa lebih leluasa dan nyaman, pintu masuk dibuat berkelok-kelok seperti ular agar penonton tertib saat memasuki stadiun serta melewati sebuah ruangan khusus yang menjadi tempat “screening” atau tempat pemeriksaan barang bawaan.
Didalam stadion, Khusus untuk kelas standart bisa menempati kursi yang terbuat dari beton. Meski begitu, penonton tetap dibuat nyaman. Sebab, setiap “tangga” duduk penonton dirancang selebar 80 cm. Dengan demikian, penonton bisa duduk enak karena alas duduknya lebar.
Fasilitas lain yang tidak ketinggalan, tersedianya toilet yang lokasinya tidak jauh dari tempat duduk penonton. Toilet itu merata di beberapa penjuru stadion. Hal ini akan mempermudah bagi penonton.
SSC juga menyediakan tempat yang khusus menjual makanan dan minuman. Lokasinya berada di lantai satu. Penonton bisa leluasa mengakses lantai satu dan tribun selama pertandingan. Lain halnya dengan penonton kelas VIP dan VVIP. Untuk kedua kelas itu, SSC menyediakan fasilitas plus. Tiket kelas VIP dijual khusus, nanti bisa beli di lokasi maupun dengan cara online. Di sana penonton kelas ini disediakan tempat duduk menggunakan kursi sejenis sofa yang empuk. Kursi tersebut menghadap langsung ke arah lapangan.
Kapasitas kelas VIP terbatas, hanya 4.370 tiket. View-nya bakal istimewa karena berada di lantai 4-7. Untuk VIP, disediakan toilet khusus yang tidak tercampur dengan penonton kelas standar.
Lain lagi penonton kelas VVIP. Penonton diberi pelayanan seperti di hotel. Kelas istimewa itu disediakan khusus untuk tamu-tamu penting seperti pejabat negara atau yang lain. Penonton kelas VVIP ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari penonton lainnya.
Untuk kelas tersebut, hanya tersedia delapan ruangan. Kapasitas masing-masing ruangan beragam, bergantung kepada tipenya. Ada yang superior, ada pula yang standar. Secara keseluruhan, kelas VVIP hanya menampung 130 penonton.
Di dalam ruangan disediakan sofa dan meja layaknya ruang tamu. Masing-masing ruangan diberi pelayan yang siap menyediakan segala sesuatu yang diminta tamu tersebut. Bahkan, untuk memesan makanan dan minuman, disediakan interkom yang tersambung langsung dengan pelayan.


Stadiun Gelora Bung Tomo
Jl. Jawar, Simpang Tiga Benowo, Pakal
Surabaya Barat
Info Stadiun Gelora Bung Tomo :
Panjang,  281,51 meter
Lebar,  203,67 meter
Tinggi,  43,22 meter
Kapasitas 55 ribu penonton
(Surabaya, City Guide)
Sumber : http://www.surabaya.go.id/berita/detail.php?id=5883