13 Feb 2011
Pembangunan Jembatan Selat Sunda Dipercepat
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum akan mempercepat pembangunan Jembatan Selat Sunda. Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto, pihaknya akan terus mengupayakan agar tahap peletakan batu pertama jembatan tersebut bisa dimajukan menjadi pada akhir tahun 2013, meskipun program pemerintah menetapkan tahap itu tetap dilakukan pada awal 2014.
"Upaya percepatan itu dilakukan dalam rangka mewujudkan penetapan pembangunan jembatan penghubung antara pulau Sumatera dan Jawa itu sebagai proyek prioritas nasional," ujar Djoko saat ditemui di kantornya, Selasa (28/12).
Pemerintah Indonesia sepakat tetap mengutamakan pembangunan jembatan Selat Sunda dibandingkan pembangunan Jembatan Selat Malaka. Meskipun belum lama ini pihak Malaysia telah menyatakan kesiapannya untuk membangun jembatan yang menghubungkan Sumatera dengan Malaka.
Malaysia menyiapkan dana pinjaman dari Bank Exim Tiongkok sebesar US$ 12,75 miliar untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan dua negara itu. "Kami tetap prioritaskan pembangunan internal. Jadi konektivitas di dalam dulu, baru ke luar," katanya.
Pembangunan jembatan Selat Sunda telah ditetapkan sebagai salah satu keputusan politik melalui terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Dewan Pengarah pembangunan. Dia juga menegaskan, pembangunan jembatan ini sudah memiliki tim kerja khusus.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menyatakan, Perpres terkait penyelenggaraan pembangunan JSS ditargetkan terbit awal tahun depan. "Dengan demikian, setiap persiapan teknis terkait penyelenggaraan pembangunan jembatan, seperti feasibility study dan pembuatan grand design dapat segera dituntaskan," katanya dalam kesempatan yang sama.
saumber: tempo interaktif
Prayogo Pangestu 'Kuasai' Proyek Menara Jakarta
Jakarta - Mundurnya debut konglomerat Henry Pribadi dalam pembangunan proyek Menara Jakarta pada awal tahun ini membuat konglomerat Prajogo Pangestu menjadi pemegang saham mayoritas dalam konsorsium Menara Jakarta oleh PT Prasada Japa Pamudja.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur Wiratman and Associates Multidiciplinary Consultants Wiaratman Wangsadinata selaku konsultan Menara Jakarta, saat ditemui di acara transformasi konstruksi di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (22/3/2010).
"Januari kemarin Prayogo Pangestu jadi pemegang saham mayoritas," katanya.
Ia mengatakan Prajogo Pangestu menjadi mayoritas setelah Henry Pribadi melepas seluruh kepemilikan sahamnya kepada Prajogo di proyek tersebut. Sedangkan 4 pemegang saham menara Jakarta lainnya yaitu Sohat Chairil (pengusaha batubara), Harun Sebastian (Senayan City), Abraham Alex Tanuseputra (Pengusaha Apotek, dan pendiri Gereja Bethany), dan Kelompok Kompas Gramedia masih tetap dalam konsorsium.
Sayangnya Wiratman enggan menyampaikan berapa porsi saham masing-masing pihak. Ia mengatakan total pembangunan proyek menara setinggi 558 meter tersebut setidaknya bisa menelan dana minimal Rp 2,1 triliun dengan seluruh pendanaan lokal.
"Konon pendanaan tidak ada masalah," ucapnya.
Wiratman menegaskan setelah dibangun kembali pada awal Januari 2010 ini, ia optimis menara Jakarta akan bisa beroperasi pada tahun 2012 nanti. Menara Jakarta akan dilengkapi dengan restoran berputar, ruang pameran, hotel, mal, kafe, menara telekomunikasi dan lain-lain, yang ditargetkan bisa berdiri hingga 100 tahun.
sumber : detik finanace
Infrastruktur Jalan Layang Tanah Abang - Kampung Melayu
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan layang atau flyover Tanah Abang - Kampung Melayu yang telah dimulai sejak 22 November 2010 dinilai dapat mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Satrio - Jalan KH Mas Mansyur. Kemacetan yang terurai di sepanjang jalan ini juga dinilai menguntungkan untuk prospek properti.
"Flyover itu jadi bisa mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Satrio yang selama ini terjadi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa kepada Kompas.com saat ditemui di Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (27/1/2011) malam.
Dari segi manajemen traffic, kata Royke, pelaksanaan pembangunan jalan layang Tanah Abang - Kampung Melayu ini masih dalam batas kewajaran. "Macet yang terjadi sekarang masih wajar, pihak pelaksana kami minta untuk seminimal mungkin tidak mengganggu lalu lintas. Juga waktu pengerjaan yang akan memakan waktu satu tahun itu, kami minta dipercepat," jelasnya.
Keberadaan jalan layang Tanah Abang - Kampung Melayu, kata Royke, akan mengurangi beban alur kemacetan di Jalan Satrio. "Harapannya, mereka yang tidak akan menuju Jalan Satrio sampai Mega Kuningan, dapat melintas di jalan layang Tanah Abang - Kampung Melayu," ujarnya,
Pembangunan jalan layang ini ditanggapi positif pula oleh para pengembang yang mengembangkan bisnis mereka di kawasan ini. Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT. Ciputra Properti Tbk, Artadinata Djangkar mengatakan pembangunan jalan layang sangat menguntungkan. Pasalnya, selama ini masalah terbesar infrastruktur di Jalan Satrio adalah kemacetan. "Dengan adanya jalan layang ini, mereka yang tidak bermaksud berhenti di sini, bisa lewat atas," paparnya.
Seperti diketahui di kawasan ini tumbuh sebagai kawasan properti baru. Ciputra World dan Kuningan City akan menjadi daya tarik perbelanjaan di kawasan yang dicanangkan pemerintah DKI Jakarta sebagai pusat wisata dan belanja Internasional. Dengan pembangunan jalan layang ini, dipastikan nilai properti akan ikut melambung. (Natalia Ririh)
sumber : kompas
12 Feb 2011
proyek mrt tahap I akan dimulai pada tahun depan
JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) tahap I sudah memasuki tahap penyelesaian draf akhir desain dasar. Pembangunan fisik jalur MRT tahap I ini diharapkan sudah bisa dimulai tahun depan.
Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, proyek pembangunan MRT tahap I yang menghubungkan Lebak Bulus dan Bundaran HI ini diharapkan selesai pada 2016. Adapun pembangunan MRT tahap II (Bundaran HI-Kampung Bandan) akan dimajukan mulai 2014 dan direncanakan selesai pada 2018.
Direktur Fungsi dan Perencanaan Korporasi PT MRT Jakarta Eddi Santosa mengatakan, proyek pembangunan MRT tahap I ini memakan biaya 144 miliar yen atau lebih dari Rp 15 triliun. Sebanyak 120 miliar yen (sekitar Rp 12,7 triliun) di antaranya diperoleh melalui pinjaman dari Jepang, sisanya akan dipenuhi secara patungan oleh pemerintah pusat dan DKI.
Dikatakan Eddi, pembuatan desain akhir pembangunan MRT ini harus mendapatkan persetujuan dari Gubernur DKI untuk selanjutnya dilakukan proses pelelangan proyek pengerjaan fisik bangunan.
"Tender ini akan makan waktu 1 tahun 3 bulan. Sampai saat ini sudah ada sejumlah kontraktor asal Jepang yang tertarik untuk melaksanakan pengerjaan fisik tersebut," kata Eddi.
Sebelum proyek ini berjalan, Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun dua jalan layang yang diharapkan sudah selesai pada 2012. Kedua jalan layang ini meliputi jalan layang Dr Satrio atau Casablanca yang menghubungkan Kampung Melayu dan Tanah Abang, serta jalan layang penghubung Jalan Pangeran Antasari dan Blok M.
Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, proyek pembangunan MRT tahap I yang menghubungkan Lebak Bulus dan Bundaran HI ini diharapkan selesai pada 2016. Adapun pembangunan MRT tahap II (Bundaran HI-Kampung Bandan) akan dimajukan mulai 2014 dan direncanakan selesai pada 2018.Direktur Fungsi dan Perencanaan Korporasi PT MRT Jakarta Eddi Santosa mengatakan, proyek pembangunan MRT tahap I ini memakan biaya 144 miliar yen atau lebih dari Rp 15 triliun. Sebanyak 120 miliar yen (sekitar Rp 12,7 triliun) di antaranya diperoleh melalui pinjaman dari Jepang, sisanya akan dipenuhi secara patungan oleh pemerintah pusat dan DKI.
Dikatakan Eddi, pembuatan desain akhir pembangunan MRT ini harus mendapatkan persetujuan dari Gubernur DKI untuk selanjutnya dilakukan proses pelelangan proyek pengerjaan fisik bangunan.
"Tender ini akan makan waktu 1 tahun 3 bulan. Sampai saat ini sudah ada sejumlah kontraktor asal Jepang yang tertarik untuk melaksanakan pengerjaan fisik tersebut," kata Eddi.
Sebelum proyek ini berjalan, Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun dua jalan layang yang diharapkan sudah selesai pada 2012. Kedua jalan layang ini meliputi jalan layang Dr Satrio atau Casablanca yang menghubungkan Kampung Melayu dan Tanah Abang, serta jalan layang penghubung Jalan Pangeran Antasari dan Blok M.
Proyek Monorail Dimulai Lagi 2014
Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Proyek Monorail yang Sempat Tertunda. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pemerintah akan melanjutkan proyek monorel yang sempat tertunda akibat masalah keuangan, proyek ini akan dimulai tahun 2014.
Adapun dana yang dialokasikan untuk program proyek monorel ini mencapai USD500 juta. Saat ini, pemerintah sedang melakukan pencarian investor untuk proyek monorail tersebut.
"Sebenarnya peminatnya banyak, namun saat ini masih kita seleksi. Ditakutkan investornya nanti tidak sanggup lagi mengurusi seperti kemarin," ungkap Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Bappenas Bastary Panji Indra, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/11/2010).
Diketahui, proyek monorail tersebut merupakan satu-satunya proyek pemerintah yang gagal dikerjakan pada tahun ini. Sehingga akhirnya sekarang dikembalikan kepada pemerintah dan ditangani oleh Dinas Perhubungan DKI. "Pemerintah sangat mendukung, bahkan akan memberikan subsidi," ungkapnya.
Namun untuk besarnya subsidi, dirinya enggan untuk mengungkapkan dan tidak dapat menjelaskan. Di sisi lain, terkait proyek mass rapid transport (MRT) dikatakannya bahwa keduanya sama penting. "Tidak ada prioritas utama, karena keduanya sangat penting," tegasnya.(ade)
sumber : okezone
Langganan:
Postingan (Atom)


